anandita informasi

Selamat Datang di Anandita Informasi

Kamis, 16 Juni 2011

Laporan Menguji Kandungan Nutrisi pada Makanan

Laporan Praktikum Biologi
Menguji  Kandungan Nutrisi pada Makanan






BAB I
PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Tubuh manusia memperoleh energi dan tenaga dari makanan. Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung zat nutrisi. Zat nutrisi merupakan substansi dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Zat nutrisi tersebut terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Untuk mengetahui zat nutrisi yang terkandung alam bahan makanan, maka kami melakukan uji terhadap beberapa bahan makanan.

2.                  Rumusan Masalah   
Apakah kandungan zat nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan?
3.                  Tujuan Percobaan
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui jenis zat nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan.
4.                  Manfaat Penelitian/Percobaan
Sebagai sumber informasi bagi siswa tentang zat gizi dalam bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.                  Kajian Teori
Tepung tergolong kelompok beras yang merupakan sumber karbohidrat dan vitamin B. Karbohidrat merupakan sumber energi penting. Selain sebagai sumber energi,karbohidrat juga berfungsi dalam pembentuk protein dan lemak serta menjaga keseimbangan asam dan basa. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat antara lain roti, gandum, beras, ketela, jagung dan lain-lain.
Telur merupakan sumber protein hewani yang terkandung dalam kelompok daging. Fungsi utama protein dalam tubuh adalah sebagai zat pembangun, pembentuk sel yang baru(pada reproduksi dan pertumbuhan) dan pengganti sel-sel yang rusak. Selain itu, protein juga bermanfaat unuk pembentukan senyawa lain(lemak, antibodi, karbohidrat, enzim, dan hormon), menjaga keseimbangan asam dan basa, serta mempertahankan viskositas(kekentalan)darah. Protein berasal dari sumber hewani dan tumbuhan(nabati). Protein hewani terkandung di dalan daging, ikan, telur, susu, dan keju. Protein nabati terutama diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum.
Bengkoang meupakan kelompok buah-buahan berwarna dan berair sebagai sumber vitamin A dan mineral. Vitamin bukanlah sumber energi, tetapi vitamin melakukan fungsi regulator(pengatur luar). Vitamin bekerja sama dengan enzim dalam beberapa reaksi kimia. Vitamin juga penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Vitamin harus ada dalam tubuh manusia walaupun hanya dalam jumlah kecil karena memiliki fungsi khusus dan tidak dapat digantikan. Hidangan buah dapat dimakan langsung tanpa dimasak. Contohnya mangga, sawo, pisang, salak, apel, nanas, pepaya, buah naga, nangka, duku, manggis, rambutan, durian, dan belimbing. Banyak mengonsumsi buah dapat memudahkan buang air besar dan mengencangkan kulit.
Susu sebagai sumber makanan yang lengkap karena mengandung
karbohidrat, protein, lemak, mineral, terutama vitamin A, B1, dan B2. Contoh produk susu adalah susu, keju, dan yoghurt. Susu adalah bahan pangan yang dikenal kaya akan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Konsumsi susu pada saat remaja terutama dimaksudkan untuk memperkuat tulang sehingga tulang lebih padat, tidak rapuh dan tidak mudah terkena risiko osteoporosis pada saat usia lanjut. Agar tulang menjadi kuat, diperlukan asupan zat gizi yang cukup terutama kalsium. Kalsium merupakan zat utama yang diperlukan dalam pembentukan tulang, dan zat gizi ini antara lain dapat diperoleh dari susu. Pada susu juga terkandung zat-zat gizi yang berperan dalam pembentukan tulang seperti protein, fosfor, vitamin D, vitamin C, dan besi. Selain zat-zat gizi tersebut, susu juga masih mengaandung zat-zat gizi penting lainnya yang dapat meningkatkan status zat gizi.

2.                  Rumusan Hipotesis

1.                  Tepung terigu mengandung amilum.
2.                  Bengkoang mengandung amilum, dan gula.
3.                  Susu mengandung amilum, gula, protein dan lemak.
4.                  Telur mengandung protein dan lemak.





BAB III

METODE PERCOBAAN


1.                  Variabel dan Definisi Operasional Variabel.

1.                  Variabel Manipulasi    : Larutan Lugol, fehling A dan B, reagen biuret, dan
                                            etanol.
2.                  Variabel Respon                      : Warna bahan makanan.
3.                  Variabel Kontrol                     : Volume bahan makanan diukur dengan menggunakan          
                                             tabung  reaksi dalam satuan ml.


4.                  Instrumen dan Bahan Penelitian/Percobaan
1.                  Bahan-bahan makanan (tepung terigu, telur, susu, dan bengkoang)
2.                  Larutan lugol
3.                  Fehling A dan B
4.                  Reagen biuret
5.                  Tabung reaksi dengan raknya
6.                  Pipet
7.                  Etanol
8.                  Air

9.                  Produser Pelaksanaan
1.                  Menggerus bahan makanan hingga menjadi larutan masing-masing 100 ml dalam air.
2.                  Menguji tiap bahan makanan yang ada dengan pengujian sebagai berikut:
1.                  Pengujian Amilum
1.                  Memasukkan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
1.                  Menetesi bahan makanan dengan larutan lugol yang encer.
2.                  Jika menunjukkan warna biru sampai hitam, berarti bahan makanan tersebut positif mengandung amilum.
3.                  Pengujian Gula
1.                  Memasukkan bahan makanan dalam tabung reaksi.
2.                  Menetesi bahan makanan dengan fehling A dan B.
3.                  Bahan makanan akan berwarna biru.
4.                  Memanaskan tabung reaksi dengan hati-hati.
5.                  Jika warna biru pada larutan berubah menjadi hijau sampai oranye, berarti bahan makanan tersebut mengandung gula.
6.                  Pengujian Protein
1.                  Memasukkan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
2.                  Menetesi bahan makanan dengan 4 tetes reagen biuret.
3.                  Jika warnanya berubah ungu, berarti mengandung protein.
4.                  Pengujian Lemak
1.                  Memasukkan 5 ml etanol dalam tabung reaksi.
2.                  Menetesi 2 tetes larutan bahan makanan yang diuji.
3.                  Menuangkan etanol yang sudah di tetesi larutan bahan makanan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml air.
4.                  Jika terbentuk emulsi putih, berarti bahan makanan yang diuji mengandung lemak.
5.                  Mencatat hasil pengujian di kertas lengkap dengan perubahan warnanya.





BAB IV
DATA dan PEMBAHASAN

1.                  Data Hasil Percobaan
Tabel 4.1 Hasil Uji Bahan Makanan.
Bahan Makanan
Protein
Amilum
Gula
Bengkoang
1.                   
2.                   
3.                   
Tepung
4.                   
5.                   
6.                   
Telur
7.                   
      -
       -
Susu
8.                   
      -
9.                   

10.               Pembahasan
1.                  Bengkoang positif mengandung karbohidrat, protein dan gula. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna bahan makanan yang diuji. Sebelum diuji bahan makanan berwarna putih. Dalam tabung reaksi pertama setelah ditetesi dengan reagen biuret dan dipanaskan sebentar  berubah menjadi ungu, ini membuktikan bahwa bengkoang mengandung protein. Sedangkan dalam tabung reaksi kedua ditetesi dengan lugol namun tidak ada perubahan warna, menunjukkan bengkoang tidak mengandung amilum, dan pada tabung reaksi yang terakhir ditetesi fehling A dan fehling B, larutan berubah menjadi oranye, menunjukkan bengkoang mengandung gula.

Hasil percobaan yang kita peroleh berbeda dengan teori yang ada yang menunjukkan bahwa bengkoang tidak  mengandung protein. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh tabung reaksi yang kita pergunakan tidak bersih.

2.                  Tepung positif mengandung protein, amilum, dan gula. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna bahan makanan yang diuji. Sebelum diuji bahan makanan berwarna putih. Dalam tabung reaksi pertama setelah ditetesi dengan reagen biuret dan dipanaskan sebentar berubah menjadi ungu, ini membuktikan bahwa tepung mengandung protein. Sedangkan dalam tabung reaksi kedua ditetesi dengan lugol dan berubah menjadi coklat, ini menunjukkan bahwa tepung mengandung amilum, dan pada tabung reaksi yang ketiga ditetesi fehling A dan fehling B, larutan berubah menjadi hijau, ini membuktikan bahwa tepung mengandung gula.

Hasil percobaan yang kita dapat berbeda dengan teori yang ada yang menunjukkan bahwa tepung hanya mengandung amilum. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak sterilnya tabung reaksi yang kita gunakan(pencucian tabung reaksi yang kurang bersih), dan zat penguji yang belum distandarisasi.

3.                  Telur positif mengandung protein. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna bahan makanan yang diuji. Sebelum diuji bahan makanan berwana kuning. Dalam tabung reaksi yang pertama setelah ditetesi dengan reagen biuret dan dipanaskan sebentar berubah menjadi ungu, ini membuktikan bahwa telur mengandung protein. Sedangkan pada tabung reksi yang kedua ditetesi dengan lugol tetapi tidak ada perubahan warna,begitu pula dengan tabung reaksi yang ketiga yang ditetesi dengan fehling A dan fehling B.

Hasil percobaan ini berbeda dengan teori yang ada yang menunjukkan bahwa telur mengandung protein dan lemak. Hal ini mungkin disebabkan oleh tabung reaksi yang tidak bersih.

4.                  Susu positif mengandung protein dan gula. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna bahan makanan yang diuji. Sebelum diuji bahan makanan berwarna putih. Dalam tabung reaksi yang pertama setelah ditetesi dengan reagen biure dan dipanaskan sebentar berubah menjadi ungu,ini membuktikan bahwa susu mengandung protein. Dalam tabung reaksi yang kedua ditetesi dengan lugol berubah menjadi oranye,ini menunjukkan bahwa susu tidak mengandung amilum, dan pada tabung reaksi yang ketiga ditetesi dengan fehling A dan fehling B, larutan berubah menjadi hijau, ini menunjukkan bahwa susu mengandung gula.

Hasil percobaan ini berbeda dengan teori yang ada yang menyebutkan bahwa susu hanya mengandung protein. Menurut kami alasan di susu ada kandungan gula, karena susu yang kami gunakan dalam percobaan adalah susu kemasan yang sudah diberi zat gula di dalamnya.





BAB V

SIMPULAN dan SARAN


1.                  Simpulan

Berdasarkan pengujian bahan makanan yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1.                  Bengkoang mengandung protein dan gula.
2.                  Tepung mengandung protein, amilum, dan gula.
3.                  Telur hanya mengandung protein.
4.                  Susu mengandung protein dan gula.

5.                  Saran

Dalam melakukan percobaan bahan makanan, seharusnya kita pintar-pintar membagi waktu agar percobaan tersebut bisa selesai dengan tepat waktu. Selain itu,  alat-alat maupun bahan pengujian seharusnya kita cuci atau kita bersihkan  terlebih dahulu agar bisa diperoleh hasil penelitian maksimal. Dan apabila ada kelompok yang sudah selesai terlebih dahulu, sebaiknya langsung meninggalkan lab agar tidak mengganggu kelompok lainnya yang sedang melakukan uji percobaan.





DAFTAR PUSTAKA

2.                  Maryati, sri.DKK.2007.Biologi:Jilid 2 untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar